Kamis, 20 Juli 2017

Leader memecahkan Masalah dengan Senyuman

Semangat Pagi

Sebelumnya mohon maaf baru menulis kembali blog ini, sebagai tulisan awal setelah 4 Bulan tidak menulis blog ini, saya akan memulai dengan tulisan ringan yaitu Perbaikan dimulai dari senyuman.


Seorang leader yang cerdas selalu di nantikan oleh teamnya, seorang leader yang dinantikan adalah leader yang selalu memancarkan energi positif. dan yang positif akan terlahir Senyuman hangat. Yuk kita lihat bagaimana perbaikan dimulai dari Senyuman:

SEdiakan waktu untuk mendengar kendala di lapangan
Untuk mendengar dan mendapatkan kendala yang terjadi, kita dapat menggunakan berbagai media.

NYari prioritas kendala yang akan dikerjakan
Skala prioritas digunakan untuk mendapatkan hasil yang High Profit Low Effort, dalam fase ini kita dapat menggunakan Pareto Diagram ( salah satu QC 7 Tools )

UMumkan ke semua pihak masing - masing pekerjaan akan di kerjakan
ko perlu di umumkan? Sama halnya dengan sebuah kapal, ketika kita mengkomunikasikan semua orang untuk mengayuh kanan, maka semua akan mengayuh ke kanan. Memberikan informasi kepada team adalah bentuk tanggung jawab dari seorang Leader yang mampu menyampaikan, teknik dalam berbicara di depan umum sangatlah penting untuk seorang leader. agar team dengan mudah mengerti dan tidak membosankan.

Analisa mendalam prioritas yang akan kita selesaikan
Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, kita sering mendapatkan masalah yang sangat banyak, pertanyaannya adalah bagaimana untuk menyelesaikannya, Seorang Leader akan mencari akar masalah dengan melakukan analisa, setelah di analisa. seorang leader akan membuat jadual perbaikan dan meraih hasil yang terbaik.

selesaikaN dan Nikmati hasilnya
Menyelesaikannya dengan menyelesaikan akar masalah, dan hasilnya masalah selesai serta produktivitas meningkat.

Sahabat, mulai sekarang ketika mendapatkan masalah. ingat SENYUMAN.

" Bukan seberapa besar masalah yang ada, tetapi bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut."

Selamat beraktivitas dan Semangat menebar manfaat.

Informasi Inhouse Training Leadership for Productivity:
0856 999 1346 ( Whatsapp / Call )

Salam SuksesBerkah


Aditya Nugraha

Senin, 20 Maret 2017

Problem Solving Itu Asik

Semangat Pagi

" Hanya orang gila yang menginginkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama." Albert Eistein





Bagaimana kabarnya sahabat? tulisan kali ini kita akan mengupas seputar Masalah dan Pemecahannya. mari kita mulai dari MASALAH, apa yang di maksud dengan MASALAH? apakah saat ini anda mempunyai masalah? atau saat ini anda tidak punya masalah? Masalah adalah kondisi aktual yang tidak sesuai dengan harapan, dengan kata lain masalah terdiri dari harapan dan kenyataan. masalah akan membesar jika kita menjadi salah satu bagian dari GAPATAR ( Gerakan APA - apa enTAR ) menunda masalah akan membesar dari masalah itu sendiri.

Dalam dunia profesional kita tentu tidak pernah terhindar dari kondisi yang tidak sesuai, semuanya dinamis dan terus berubah. Masalah juga berkaitan dengan Value ( Nilai ), dimana Value dalam operasional sebuah organisasi dapat di bagi menjadi 3 jenis:

1. Value Added
2. Non Value Added
3. Value Enabler

Karena kita saat ini membahas masalah, maka kita akan mendekatkan masalah pada non value added, sebuah pekerjaan yang tidak dapat nilai tambah dan tidak di bayar oleh pelanggan kita. Sia - sia dong? benar sekali, Jika kita lebih dalam menguraikannya dapat kita dekatkan dengan 8 Pemborosan yang dapat terjadi di perusahaan kita yaitu:



1. Defect
2. Over Production
3. Waiting
4. Non-Utilized Talent
5. Transportation
6. Inventory
7. Motion
8. Excess Processing

Pemborosan ini yang akan menghambat perkembangan sebuah perusahaan, lalu bagaimana menyelesaikan pemborosan - pemborosan ini? Yuk kita lihat pohon di bawah ini.


Semakin ringan sebuah masalah maka penyelesaiannya akan ringan, begitu juga sebaliknya semakin berat masalah maka cara yang di pakai harus berbeda, lebih sistematis, lebih banyak melibatkan team dan dapat juga berkaitan dengan perubahan yang lebih besar.

Sesuai dengan judulnya, bahwa Problem Solving Itu Asik, saya akan menyampaikan manfaat yang didapatkan ketika Problem Solving ini menjadi Budaya :

1. Tercapainya Target Individu ( Key Performance Indicator )
2. Ekspansi Perusahaan
3. Pekerjaan yang semakin Enak Aman dan Nyaman
4. Hubungan antar pekerja yang harmonis
5. Team Work yang Solid

Masih ragu untuk berubah?
Masih menunggu untuk bertindak?
Masih takut untuk menghadapi masalah?



Sahabat, seorang peselancar tidak akan di bilang hebat dengan ombak yang rendah, jika ombak itu adalah masalah kita, maka dengan masalah kita akan menjadi seorang peselancar hebat dalam dunia.



Semoga kita senantiasa dikuatkan kemampuan kita dalam menghadapi masalah, karena bukan besar kecilnya sebuah masalah, melainkan besar kecilnya kemampuan kita dalam melewati masalah.


Sebagai seorang praktisi Continuous Improvement, senang melihat para peserta di saat mereka menyelesaikan masalah dalam pekerjaan, saat mereka dapat meningkatkan kemampuan dalam menganalisa serta menyelesaikan masalah.

Melepas Mental Block saat training Lean 

Games saat Training Problem Solving ( Advance )


Selamat berkarya dan Mari meraih kesuksesan yang berkah.

Salam SuksesBerkah 

Aditya Nugraha
Profesional Technical Trainer
Certified Professional Coach
Motivator SuksesBerkah

Sabtu, 25 Februari 2017

Budaya Coaching Menumbuhkan Organisasi

Semangat Pagi 


Coaching
Coaching adalah tentang memfasilitasi melalui bertanya, memberikan feedback dan berperan sebagai seorang ahli dalam proses atau struktur tentang bagaimana seseorang mengelola cara kerja otaknya sehingga mampu menghasilkan performa yang “lebih” efektif, mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, mampu menjadi manusia pembelajar, mampu menyesuaikan dengan kondisi sekarang untuk terus berkembang dan tumbuh, mampu mengaktualisasikan ide dan pemikirannya, yang dimana semua ini bukan karena ketergantungan pada orang lain, namun dengan melalui proses coaching menjadi mampu mengandalkan diri sendiri untuk menghasilkan keputusan dan tindakan yang “lebih” baik lagi. 

       Coaching seperti bidang people helper lainnya juga adalah tentang komunikasi, namun komunikasi di dalam coaching bukanlah percakapan yang baik-baik atau yang mengayomi saja.

Sudahkah anda Optimal?
Seseorang akan dikatakan optimal jika setiap target yang ditentukan mampu untuk dicapai, ingat target. apakah kita saat ini sudah optimal? jika anda menjawab ia, silahkan ajukan pertanyaan untuk diri anda " Seberapa optimal usaha yang anda lakukan untuk kehidupan maksimal?". jika belum optimal, silahkan mengajukan pertanyaan ke diri anda " Hal apa yang membuat anda saat ini belum dapat Optimal?". ingat Optimal adalah usaha yang kita keluarkan.

Coaching Menumbuhkan
Peter Senge mengatakan perlakukanlah orang lain bagaikan pohon bukan mesin, ia harus di pupuk, disiram dan dijaga untuk dapat tumbun besar. Bukan sebagai mesin, yang dapat anda hitung kuantitasnya dan cukup dengan SOP dapat dikendalikan. mengapa Coaching menumbuhkan? sesuai dengan prinsip coaching, sebuah usaha meningkatkan performa atau hasil yang telah di targetkan. organisasi yang senantiasa tercapai targetnya akan meningkatkan level dari target tersebut dan menyusun kembali langkah yang semakin besar untuk dapat meraihnya.



Mengapa kita butuh COACH?
Rutinitas aktivitas akan membuat kita selalu berfikir pada sebuah frame kehidupan, dan yang menjadi tantangan dinding kehidupan ini akan semakin tebal dan membuat kita lebih mudah untuk bingung bahkan frustasi. menganggap cara yang dilakukan sudah maksimal. seorang coach akan membantu memberikan insight kepada coachee dengan cara menarik dari frame untuk melihat yang lebih luas, sehingga coachee akan lebih kreatif dan berani dalam melangkah.

Coach seperti apa yang direkomendasikan bersama anda?
Saat ini banyak sekali yang mendaulat dirinya sebagai seorang coach,apakah mereka salah? jawabannya adalah TIDAK. yang salah adalah kita yang tidak mengetahui kriteria COACH yang kita perlukan. International Coach Federation telah merilis Standar Etika dan Kompetensi, sebagai referensi anda dapat memastikan coach yang anda dapat telah melakukan proses sertifikasi coach profesional yang berstandar ICF sebagai salah satu lembaga yang memberikan sertifikasi coach.



Sahabat, mari bersama kita budayakan budaya Coaching bukan kucing - kucingan. mempunyai tujuan untuk menumbuhkan potensi orang - orang sekeliling kita. coaching dapat lebih maksimal dalam pencapaian dan yang terpenting dapat mengeluarkan potensi luar biasa dari coachee.

Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Salam SuksesBerkah

Aditya Nugraha
Performance Coach
Trainer Sukses Berkah
0856 999 1346

Selasa, 27 Desember 2016

Pemimpin sebagai Awal Perubahan

“ Leadership is taking responsibility while others are making excuses. ”
John C. Maxwell


Perjalanan menjadi seorang leaders mempunyai arti tersendiri dalam perjalanan sahabat saya, sedikit menceritakan sebuah pengalaman berharga ketika bergabung dengan perusahaan India. Dimana 80% Karyawan adalah karyawan kontrak, saat pertama kali menginjakan kaki di perusahaan tersebut sahabat saya pun tidak yakin akan perusahaan ini. Produk yang di hasilkan hanyalah alat bantu untuk mencuci piring, namun yang membuat aneh sahabat saya adalah mereka berani membayar lebih dibandingkan perusahaan ia sebelumnya yang sangat besar sebagai pembuat komponen di industri otomotif.

Seperti yang di sampaikan oleh Direktur operasional saat itu, perusahaan ini tidak besar namun mempunyai sejarah besar terbangunnya perusahaan besar lainnya. Wow, ada apa dengan sejarah? Ternyata si pemilik orang jerman, sebelum membangun 3 nama raksasa bisnis di bidang aerosol, pengharum ruangan, dan tisu basah. Ia mendirikan perusahaan ini. secara perkembangan kurang di bandingkan perusahaan lainnya, namun harus tetap hidup.

Oke akhirnya beliau memutuskan untuk join dengan perusahaan ini dan akhirnya berkenalan dengan setiap staff di sana, saya mendapatkan energi yang berbeda. Mereka mempunyai banyak nilai lebih di bandingkan perusahaan sebelumnya. Seperti:

Kekeluargaan
Generasi Muda
Aneka Ragam Budaya

Dengan konsep 3 Kebahagiaan
Pekerja, Perusahaan dan Pelanggan

Dengan kondisi yang ada, beliau berusaha untuk melakukan perubahan, dengan 3 kelebihan yang mereka miliki. Ia yakin bahwa kita dapat berubah untuk jauh lebih baik. Dengan konsep 3 Kebahagiaan, mereka melakukan perusahaan dengan melaksanakan program awal yaitu :
Sumbang Saran, awalnya yang ia dapatkan hanyalah keluhan. Dari 100 Karyawan, ia mendapatkan 120 lebar saran yang isinya keluhan. Melihat kondisi seperti ini, ia memutuskan untuk melakukan Focus Group Discussion bersama para staff. Hasilnya setiap briefing di ingatkan agar yang di masukan dalam saran adalah usulan perbaikan untuk kondisi area kerja. HASILNYA adalah mendapatkan 60 Ide luar biasa dari karyawan, ko hanya 60. saat itu mereka masih bingung seperti apa perbaikannya, setelah di pilih maka di dapatkan 5 Ide besar yang di implementasikan.

Penghargaan dari Manajemen
Mendengar hal tersebut, pihak kantor pusat tertarik dan ingin memberikan apresiasi. Untuk pertama kalinya kami mengadakan panggung 17an yang di hadiri oleh Direktur Operasional sekaligus memberikan penghargaan kepada para pejuang perbaikan.
Setelah acara tersebut kami tidak di kenal lagi dengan perusahaan kecil, tapi perusahaan ia menjadi benchmark perusahaan lain. Mereka bekerja dengan lebih baik di bandingkan sebelumnya.

Prestasi Internasional
Puncak dari kejutan prestasi adalah ketika mereka berhasil menembus 3 besar di sebuah Event International, seperti tidak percaya namun ini terjadi. Memberikan decak kagum dan perhatian dari Manajemen lainnya.
Apa yang dapat kita Pelajari
Seorang pemimpin adalah mengambil tanggung jawab, bukan berbicara ia punya apa tetapi ia mempelajarai kekurangan dan berpresetasi dengan kekurangan yang ada. Mungkin ia bisa untuk segera berpindah ke lain tempat, namun ia mencoba untuk berprestasi disana.
Bagaimana dengan anda? Sudahkah menjadi seorang Great Leaders? Berikut saya lampirkan artikel yang di dalamnyamengupas beberapa karakter leader. Semoga bermanfaat.


Selamat beraktifitas dan jadikan hari anda menjadi luar biasa.


Salam SuksesBerkah


Aditya Nugraha 

Minggu, 25 Desember 2016

JAngan Remehkan Ikan ( JARI )


Semangat Pagi

Kali ini izinkan saya sedikit bercerita mengenai salah satu kunjungan di sebuah daerah yang terletak di sumatera utara, ketika masih di jakarta. kami berfikir perusahaan ini adalah perusahaan yang mendistribusikan ikan segar, tapi semua salah. ketika saat membaca dari situs resmi perusahaan dan melaksanakan Executive Briefing, mereka mengolah ikan nila menjadi begitu bernilai dan beromzet miliaran rupiah setiap bulannya. Bukan hanya kemakmuran perusahaan, mereka juga membangun fasilitas2 masyarakat. sesuai dengan judul di atas. Berikut bagian ikan Nila yang mereka manfaatkan:

Daging Fillet

Mereka melakukan Fillet bagian daging ikan, dengan pisau yang sangat tajam dan dilakukan dengan tangan terampil. Berikut salah satu hasil olahannya.

Steam Fillet Ikan Nila 

Kulit 

Wah ini yang menakjubkan, mereka mengolahnya dengan baik, tanpa ada daging yang masih menempel. Apa yang di lakukan dengan kulit / sisik ikannya? mereka dapat mengirimkan Kulit ikan dengan jumlah tonase yang luar biasa. Informasi yang di dapatkan kulit ini akan di olah lagi menjadi barang yang begitu bernilai.

Tulang 

Ayo enaknya di proses apa ya? Untuk tulang dan sirip bagian belakang, mereka dapat jual eksport maupun lokal, bisa juga di jadikan mutiara imitasi. Keren kan?

Kepala Ikan 

Tidak lain dan tidak bukan, untuk kepala, mereka menjualnya untuk restoran2 yang ada di sekitar maupun jakarta

Isi perut

Bagian yang sering kita buang ketika mengolah ikan ini, mereka dapat merubahnya menjadi sesuatu yang bernilai. Mereka jadikan bahan bakar untuk mesin mereka.

Apa yang dapat kita pelajari dari perusahaan pengolahan ikan ini? Mereka dapat melihat peluang, mereka bisa memaksimalkan potensi yang ada dan mereka bisa menciptakan pasar. Bagaimana dengan bisnis anda?

2017 sudah semakin dekat, apa yang sudah di siapkan oleh perusahaan anda untuk menghadapi persaingan? Sudahkah menciptakan pasar? atau semakin hari pasar anda semakin tergerus dengan para pesaing anda. Ingatlah:

Perubahan Itu Asik
Hanya orang yang diamlah yang akan kalah dengan keadaan dan jadilah pribadi yang optimis.

Silahkan berdiskusi mengenai perubahan dan perbaikan dengan kami, dengan senang hati kami akan memberikan hasil positif kepada anda.



Salam SuksesBerkah 

Aditya Nugraha

Kamis, 03 November 2016

Ber-Inovasi Yuk

"We didn't do anything wrong, but somehow, we LOST" Ungkap CEO Nokia ketika di akuisisi oleh Microsoft



Nokia tidak pernah melakukan kesalahan, namun apa yang dilakukan selama ini ternyata tidak mampu membendung laju dari I Phone dan Android yang terus berkembang, terakhir Blackberry pun menjadi mangsa kedua model ini.

Nokia adalah salah satu dari raksasa yang tumbang dari perkembangan bisnis yang cepat, saya coba menyampaikan Sony dengan Walkmannya atau Kodak dengan Polaroidnya atau yang saat ini sedang trending topic di Indonesia, si burung biru yang telah tergerus pasarnya oleh Transportasi Online.





Semua itu tidak terlepas dari bagaimana tetap membudayakan Inovasi? Nokia mempunyai budget 15% dari angka pennjualan mereka bukanlah kesalahan, semua budget yang dikeluarkan cukup besar sesuai dengan budget R&D pada umumnya.

Perubahan Paradigma

Resource Based View ( RBV ) VS Market Based View ( MBV )

RBV adalah sebuah paradigma yang dilakukan oleh perusahaan era di bawah tahun 2000, menyediakan fasilitas yang kemudian mengejar sales / penjualan. Saat ini beberapa perusahaan besar masih mempertahankannya, sebut saja GARUDA Indonesia, Kenyamanan adalah kuncinya. Jumlah armada yang besar dan nyaman menjadi nilai tersendiri. Apakah saat ini masih ampuh? Tunggu dulu, coba kita lihat yang berikutnya

MBV adalah Orientasi pada pasar, ketersediaan pasar yang membuat perusahaan ini akan selalu tumbuh. mengupas sedikit maskapai Air Asia, dengan low price mampu mendatangkan volum pengguna yang sangat besar, Ojek On Line dengan program awal subsidi, dapat menggunakan biaya iklan media menjadi dampak langsung kepada pengemudi dan penumpangnya. 

Perubahan yang sangat cepat membutuhkan Inovasi tiada henti, dan untuk mendapatkan inovasi dapat menggunakan 4 Prinsip Utama:

1. Valuable ( Berharga )
2. Rare ( Jarang / Unik )
3. In-Imitable ( Susah di tiru )
4. Non-Substitute ( Tak Tergantikan )

Selain itu, anda juga dapat melakukan 10 Langkah menciptakan innovasi



Untuk metode, perusahaan anda dapat menggunakan TRIZ untuk memudahkan analisa inovasi yang anda butuhkan.


Dengan 4 Prinsip ini akan menjadikan sebuah perusahaan lebih unggul. Bagaimana dengan perusahaan anda?

Silahkan berdiskusi untuk mengembangkan perusahaan anda

Salam Sukses Berkah 

Aditya Nugraha  
0856 999 1346


Buku Referensi:
Ekonomi Berbagi karya Dr. Harris Turino
Tenang Senang Menang karya Soegeanto Tan

Sabtu, 08 Oktober 2016

Lean di Kokpit

Semangat Pagi  

Sebagai seorang trainer dan konsultan, tentunya Pesawat Terbang menjadi sebuah  sahabat baru yang menemani menuju Kota atau Negara Tujuan, menarik bila kita sedikit membahas implementasi LEAN di dalam salah satu bagian dari Pesawat Terbang. Tapi sebelum masuk ke dalam bahasan, izinkan saya sedikit refresh mengenai LEAN

Lean Manufacturing dikenal juga dengan sebutan Lean Enterprise, Lean Production, atau sederhananya hanya disebut “Lean” saja. Lean merupakan sebuah strategi yang fokus pada utilisasi sumber daya dalam menciptakan value bagi pelanggan. Prinsip utama Lean adalah dengan menghilangkan waste yang terjadi sehingga proses lebih efektif dan efisien, dengan kualitas output yang lebih baik.

Konsep awal Lean di manufaktur sering dikenal juga dengan istilah Toyota Production System. Ini karena model ini merupakan adaptasi dari bagaimana Toyota menjalankan operasional dan memberikan nilai tambah bagi pelanggannya.

Memberikan Value bagi Pelanggan

Dalam kacamata pelanggan, “value” yang dimaksud disini berarti segala sesuatu yang membuat pelanggan bersedia membeli atau membayar untuk suatu produk atau jasa. Lean fokus kepada “preserving value with less work”.
" Lean fokus pada cara organisasi memaksimalkan value (nilai) yang diterima pelanggan dan pada saat bersamaan menghilangkan waste pada prosesnya. Waste (pemborosan) tersebut merupakan proses yang tidak memberikan nilai (value) kepada pelanggan. "

Prinsip Dasar Lean Manufacturing

Lean Manufacturing memiliki konsep atau prinsip-prinsip dasar. Prinsip inilah yang berkembang menjadi segala roadmap dan tools yang sekarang kita kenal. Berikut adalah prinsip dasar Lean:
  1. Berikan VALUE sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan.
  2. Identifikasi VALUE STREAM untuk setiap produk / jasa.
  3. Buat aliran proses menjadi sebuah tahapan yang rutin dan berkelanjutan (continuous FLOW).
  4. Terapkan sistem tarik (PULL system) dalam proses.
  5. Lakukan secara konsisten hingga tercapai proses yang sempurna (ZERO-WASTE).
Masuk kedalam pokok bahasan dan inilah kisah yang disampaikan oleh salah satu Manajemen Maskapai penerbangan.

Pada awal penerbangan komersial, kokpit pesawat adalah tempat yang ramai. Komposisi awak pesawat biasanya enam orang. Pilot in Command, Co-Pilot, Teknisi Penerbangan, Petugas Radio dan Navigator. Sepert dalam kehidupan sehari - hari, beberapa tugas awak pesawat ini di gantikan oleh sistem komputer.



Sekarang kokpit di setiap pesawat hanya ditempati dua orang dan di bantu sistem komputer yang canggih. The Flight Management System menggantikan beberapa fungsi teknisi dan navigator. FMS adalah sistem yang menggerakan semua sistem pesawat secara berkelanjutan, memberikan peringatan dan bimbingan kepada pilot dalam kasus malfungsi. FMS juga dapat memantau rute dan posisi pesawat. Selalu kroscek GPS dengan sinyal dari peralatan navigasi yang ada di darat. FMS memberikan navigasi yang sangat tepat ketika ketepatan tersebut diperlukan untuk melakukan operasi penerbangan yang aman.

Banyak pesawat yang sudah tidak lagi berkomunikasi via radio lagi karena semua komunikasi dilakukan melalui datalink. The Aircraft Communication Addressing dan reporting System ( ACARS ) adalah system datalink digital yang juga di sebuuntuk transmisi pesan singkat antara pesawat udara dan satelit, atau melalui Controller-pilot data link communication (CPDLC) atau CPDL adalah system metode dimana pengendali lalu lintas udara dapat berkomunikasi dengan pilot melalui system datalink. sistem seperti ACARS dan CPDL telah menggantikan petugas radion komunikasi.

Tulisan yang dimuat dari: Capt. Jose Fernandez ( Corporate Safety Director Li** Group )

Membuatnya lebih Efektif dan Effisien adalah tujuan yang dilakukan oleh Sebuah Team yang menjalankan LEAN, apakah anda dan perusahaan anda sudah malakukan Implementasi LEAN? 

Salam Sukses Berkah 


Aditya Nugraha